Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 04-12-2024 Asal: Lokasi
Kotak sarung tangan adalah peralatan yang umum digunakan dalam penelitian ilmiah dan produksi industri, digunakan untuk menyediakan lingkungan kerja bebas air dan oksigen. Namun, dengan penggunaan glove box dalam jangka panjang, aktivitas bahan adsorpsi dalam kolom pemurnian glove box tidak dapat dipulihkan melalui regenerasi glove box. Oleh karena itu, perlu segera menghubungi produsen glove box untuk mengganti bahan adsorpsi pada kolom pemurnian glove box. Pembuangan bahan pemurni limbah yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan bahkan menimbulkan kecelakaan keselamatan, sehingga perlu penanganan bahan pemurni limbah glove box dengan benar.
Bahan adsorpsi yang umum digunakan pada kolom pemurnian glove box adalah katalis tembaga, ayakan molekuler, dan karbon aktif. Tembaga oksida dalam katalis tembaga akan teroksidasi dan melepaskan panas jika bersentuhan dengan udara. Karbon aktif, karena strukturnya yang berpori, memiliki luas permukaan yang tinggi dan dapat menyerap berbagai zat, termasuk senyawa organik volatil kuat dengan titik nyala rendah. Ketika kedua bahan ini dicampur dan bersentuhan satu sama lain, reaksi eksotermik katalis tembaga dapat menjadi sumber penyalaan, sedangkan senyawa organik yang mudah menguap yang diserap oleh karbon aktif bersifat mudah terbakar, dan pertemuan keduanya dapat dengan mudah menyebabkan kebakaran.
Cara penanganan bahan pemurni limbah di glove box:
Bahan limbah pemurni kotak sarung tangan harus segera diambil dan dibuang dengan benar oleh produsen kotak sarung tangan. Dilarang keras menyimpannya dalam wadah yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar dan meleleh seperti kertas, kayu, atau plastik.
Pisahkan bahan pemurni kotak sarung tangan yang dibuang dan letakkan di tempat yang berventilasi dan terbuka tanpa bahan yang mudah terbakar. Setelah tidak terjadi reaksi eksotermik (deaktivasi) yang nyata, limbah tersebut akan dikumpulkan dan diolah sebagai limbah berbahaya.
Tambahkan air secara perlahan beberapa kali, dengan ketinggian air lebih tinggi dari bahan penyerap limbah, dan aduk pada saat yang sama agar oksida tembaga dalam katalis tembaga bereaksi sepenuhnya dengan air dan oksigen terlarut hingga tidak ada fenomena eksotermik yang jelas dan penonaktifan tercapai.
Bahan penyerap kotak sarung tangan yang dinonaktifkan juga harus diperlakukan sesuai dengan persyaratan lingkungan. Bahan padat dapat dikumpulkan sebagai limbah padat, sedangkan bahan cair dapat dikumpulkan sebagai limbah alkali dan diserahkan ke unit yang memenuhi syarat untuk dibuang dengan aman.
Tindakan pencegahan saat menangani bahan pemurni limbah di kotak sarung tangan:
Apabila sistem pemurnian kotak sarung tangan masih belum dapat mencapai kinerja pemurnian yang baik setelah regenerasi, produsen kotak sarung tangan harus segera dihubungi untuk mengganti bahan kolom pemurnian dan kolom adsorpsi.
Bahan pemurnian kotak sarung tangan bekas umumnya berupa katalis tembaga, saringan molekuler, dan karbon aktif. Bahan-bahan ini harus disimpan secara terpisah dan dilarang keras untuk dicampur untuk mencegah reaksi kimia yang menyebabkan kebakaran.
Limbah kotak sarung tangan harus disimpan dalam ember atau wadah tahan api yang terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar seperti kaca atau enamel, dan harus dibubuhi label peringatan.
Dilarang keras menempatkan bahan kolom bekas di dekat bahan kimia yang mudah terbakar dan meledak, sumber panas, dan sumber listrik untuk mencegah kebakaran.
Memperkuat kesadaran lingkungan dan pelatihan keterampilan personel laboratorium, memastikan bahwa setiap karyawan dapat mengidentifikasi dan membuang limbah dengan benar, mengurangi pencemaran lingkungan, dan melindungi keselamatan pribadi personel laboratorium.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, bahan pemurni limbah di dalam kotak sarung tangan dapat dibuang dengan cara yang wajar dan aman, serta mematuhi peraturan lingkungan.